China Luncurkan Pinjaman Berbasis Token untuk Biayai Industri AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Provinsi Guangdong, China, meluncurkan produk "Token Loan" sebagai cara baru untuk membiayai perusahaan di sektor daya komputasi dan kecerdasan buatan (AI). Produk ini memungkinkan bank untuk memasukkan konsumsi token, nilai kontrak layanan komputasi, dan data bisnis ke dalam penilaian kredit. Bank of China, China CITIC Bank, dan Bank of Guangzhou adalah tiga lembaga keuangan yang turun pertama kali pada 14 Agustus 2024. Pinjaman ini ditujukan untuk berbagai jenis perusahaan, mulai dari penyedia daya komputasi hingga perusahaan aplikasi, dengan plafon kredit hingga 30 juta yuan (sekitar 4,4 juta dolar AS) dan jangka waktu maksimal tiga tahun.
Pendekatan ini mirip dengan pinjaman berbasis transaksi yang dikenal pada masa awal e-commerce, di mana volume transaksi menjadi indikator utama kreditibilitas. Dengan demikian, bank dapat menilai kemampuan bisnis berdasarkan aktivitas operasional digital, bukan hanya agunan fisik. Namun, ada risiko terkait keandalan data konsumsi token yang berasal dari operator platform, sekaligus kemungkinan penggunaan lalu lintas palsu untuk menampilkan skala bisnis yang lebih besar. Selain itu, kontrak layanan komputasi perlu memiliki jangka waktu yang cukup panjang dan mekanisme penanganan gagal bayar agar arus kas dapat dinilai lebih andal.
Menurut ahli, penggunaan data operasional digital sejalan dengan perkembangan industri AI, namun penerapan yang lebih luas masih membutuhkan standardisasi data, verifikasi keaslian, dan sistem manajemen risiko yang lebih kuat. Saat ini, pinjaman berbasis token masih terbatas sebagai program percontikan dan perlu waktu sebelum dapat diterapkan secara lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.00
China dan Amerika Berebut Chip, Harga Langsung Naik Gila-Gilaan
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 07.41
Warga China Ramai-ramai Sewakan Wajah ke AI untuk Dracin
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.20
Amerika Ungkap Alasan Sebenarnya China Makin Maju
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.05
Warga China Jual Wajah Rp 12 Juta, Demi Masuk Dracin
Berita terkait
Amerika Mulai Panik Dikejar, Tuduh China Tukang Jiplak
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 21.10
Google Umumkan Gemini 4 Argon, Diklaim Jadi Model AI Paling Kuat
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.25
Silicon Valley Tak Lagi Menarik, Ilmuwan AI Lebih Pilih ke China
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 10.15
Setelah Bulan, China Kini Buat Peta Isi Planet Mars
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 07.40