Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Luncurkan Pinjaman Berbasis Token untuk Biayai Industri AI

Provinsi Guangdong, China, meluncurkan produk "Token Loan" sebagai cara baru untuk membiayai perusahaan di sektor daya komputasi dan kecerdasan buatan (AI). Produk ini memungkinkan bank untuk memasukkan konsumsi token, nilai kontrak layanan komputasi, dan data bisnis ke dalam penilaian kredit. Bank of China, China CITIC Bank, dan Bank of Guangzhou adalah tiga lembaga keuangan yang turun pertama kali pada 14 Agustus 2024. Pinjaman ini ditujukan untuk berbagai jenis perusahaan, mulai dari penyedia daya komputasi hingga perusahaan aplikasi, dengan plafon kredit hingga 30 juta yuan (sekitar 4,4 juta dolar AS) dan jangka waktu maksimal tiga tahun.

Pendekatan ini mirip dengan pinjaman berbasis transaksi yang dikenal pada masa awal e-commerce, di mana volume transaksi menjadi indikator utama kreditibilitas. Dengan demikian, bank dapat menilai kemampuan bisnis berdasarkan aktivitas operasional digital, bukan hanya agunan fisik. Namun, ada risiko terkait keandalan data konsumsi token yang berasal dari operator platform, sekaligus kemungkinan penggunaan lalu lintas palsu untuk menampilkan skala bisnis yang lebih besar. Selain itu, kontrak layanan komputasi perlu memiliki jangka waktu yang cukup panjang dan mekanisme penanganan gagal bayar agar arus kas dapat dinilai lebih andal.

Menurut ahli, penggunaan data operasional digital sejalan dengan perkembangan industri AI, namun penerapan yang lebih luas masih membutuhkan standardisasi data, verifikasi keaslian, dan sistem manajemen risiko yang lebih kuat. Saat ini, pinjaman berbasis token masih terbatas sebagai program percontikan dan perlu waktu sebelum dapat diterapkan secara lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait