China Siaga di Hadapan AS-Eropa, Muncul "Garis Merah" Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah China tetap mempertahankan kebijakan ekonomi yang memprioritaskan industri tingkat tinggi daripada konsumsi domestik, meski menghadapi tekanan dari AS dan Uni Eropa. Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump tahun ini, sementara UE menetapkan tenggat Oktober untuk menyelesaikan perselisihan surplus perdagangan China yang menembus US$1 triliun. Negara-negara Barat menilai model ekonomi China bersifat merkantilistik dan membanjiri pasar global dengan produk murah.
Laporan OECD dan Bank of Italy menunjukkan sekitar 75% pertumbuhan ekspor China didorong subsidi pemerintah dan lemahnya konsumsi domestik. AS sempat menahan tarif impor di atas 100% karena China menguasai rantai pasok logam tanah jarang. UE mencatat defisit perdagangan harian US$1 miliar dan mulai menerapkan kebijakan industri protektif. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik Beijing karena menjaga nilai tukar tetap rendah.
Beijing menolak tuduhan kelebihan kapasitas industri, menyebutnya cacat logika. Jurnal Qiushi mengakui penyesuaian model ekonomi tetap diperlukan bertahap. Ekonom Xu Tianchen menyebut sinyal tegas China sebagai "garis merah". PM Li Qiang menyebut fenomena ini sebagai "China opportunity 2.0". Analis Daniel Rosen menilai argumentasi China kini lebih sering dan formal karena masalah ekonomi domestik meningkat cepat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 11.04
China Balas Sanksi Uni Eropa, Industri Pertahanan Barat Terancam Lumpuh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.02
RI-Thailand Sepakat Genjot Perdagangan Tembus Rp 360 Triliun
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.55
Impor RI Naik Tajam, Ini Biang Keroknya
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 22.16
20 Negara dengan Utang Pemerintah Terbesar di Dunia Tahun 2026, Indonesia Nomor Berapa?
Berita terkait
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
AS Tuding Puluhan Negara Bantu China Menghindari Tarif Trump
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
AS Klaim Tarif ke 60 Negara Tak Berdampak ke Ekonomi
Detik.com · 28 Juli 2026 pukul 08.00
Ini Titik Lemah Armada Kapal Induk China, Bisa Dimanfaatkan AS dan Sekutunya
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.38