Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

China Siaga di Hadapan AS-Eropa, Muncul "Garis Merah" Ekonomi

Pemerintah China tetap mempertahankan kebijakan ekonomi yang memprioritaskan industri tingkat tinggi daripada konsumsi domestik, meski menghadapi tekanan dari AS dan Uni Eropa. Presiden Xi Jinping dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump tahun ini, sementara UE menetapkan tenggat Oktober untuk menyelesaikan perselisihan surplus perdagangan China yang menembus US$1 triliun. Negara-negara Barat menilai model ekonomi China bersifat merkantilistik dan membanjiri pasar global dengan produk murah.

Laporan OECD dan Bank of Italy menunjukkan sekitar 75% pertumbuhan ekspor China didorong subsidi pemerintah dan lemahnya konsumsi domestik. AS sempat menahan tarif impor di atas 100% karena China menguasai rantai pasok logam tanah jarang. UE mencatat defisit perdagangan harian US$1 miliar dan mulai menerapkan kebijakan industri protektif. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik Beijing karena menjaga nilai tukar tetap rendah.

Beijing menolak tuduhan kelebihan kapasitas industri, menyebutnya cacat logika. Jurnal Qiushi mengakui penyesuaian model ekonomi tetap diperlukan bertahap. Ekonom Xu Tianchen menyebut sinyal tegas China sebagai "garis merah". PM Li Qiang menyebut fenomena ini sebagai "China opportunity 2.0". Analis Daniel Rosen menilai argumentasi China kini lebih sering dan formal karena masalah ekonomi domestik meningkat cepat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait