Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Impor RI Naik Tajam, Ini Biang Keroknya

Impor Indonesia meningkat tajam pada Juni 2026, mencapai US$25,9 miliar atau naik 34,27% dari Juni 2025. Kenaikan terbesar terjadi pada impor migas yang melonjak 105,15% menjadi US$4,56 miliar, sementara impor non-migas naik 25,05% menjadi US$21,35 miliar. Deputi BPS Ateng Hartono menjelaskan kenaikan impor migas dipengaruhi oleh harga dan volume impor yang lebih tinggi, dengan negara asal utama adalah Singapura (28,36%), Malaysia (19,72%), dan Amerika Serikat (8,55%).

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, total impor Indonesia mencapai US$137,24 miliar, naik 18,69% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Impor migas bernilai US$22 miliar dengan kenaikan 38,71%, sedangkan impor non-migas mencapai US$115,23 miliar atau naik 15,5%. Komoditas utama impor migas adalah minyak mentah senilai US$16,16 miliar, dengan volume impor bulanan yang fluktuatif. Negara asal minyak mentah terbesar adalah Nigeria, Angola, dan Arab Saudi.

Defisit neraca perdagangan Indonesia tercatat US$450 juta pada Juni 2026, terutama disebabkan oleh defisit migas sebesar US$3,49 miliar. Namun, neraca perdagangan non-migas masih mencatat surplus sebesar US$3,04 miliar. Secara kumulatif, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan sebesar US$3,58 miliar untuk paruh pertama tahun 2026, didukung oleh surplus non-migas US$19,35 miliar meskipun defisit migas US$15,77 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait