China Balas Sanksi Uni Eropa, Industri Pertahanan Barat Terancam Lumpuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China membalas sanksi Uni Eropa (UE) dengan menjatuhkan sanksi terhadap 14 organisasi pertahanan Eropa. Balasan ini datang kurang dari 24 jam setelah UE memasukkan 14 perusahaan China ke daftar sanksi atas dugaan membantu Rusia dalam perang Ukraina. Beijing hanya memberi peringatan satu jam sebelum sanksi berlaku, berbeda dengan UE yang memberi waktu berbulan-bulan. Tindakan ini mengejutkan Brussel, yang sebelumnya sengaja mencoret nama-nama perusahaan besar China dari daftar sanksi demi menghindari pembalasan.
Sasaran sanksi China mencakup Rheinmetall, produsen senjata terbesar di Eropa asal Jerman, serta sebuah universitas terkemuka di Polandia. Seorang pejabat senior UE mengatakan China selama ini lebih banyak mengancam, tetapi kali ini langsung bertindak keras. Sanksi tidak hanya melarang pembelian langsung bahan baku dari China, tetapi juga berlaku ekstrateritorial, yaitu memblokir lembaga pertahanan Eropa menerima bahan baku berunsur China meskipun dibeli melalui pihak ketiga. Hal ini berpotensi membekukan rantai pasok industri senjata Eropa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.45
Produk Asal China Mau Diblokir Total, Aturannya Lagi Disiapkan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.19
Ancaman China-Rusia-Korut Meningkat, Jepang Perkuat Militer
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 14.35
China Siaga di Hadapan AS-Eropa, Muncul "Garis Merah" Ekonomi
Berita terkait
Bangun "Monster Laut" Terbesar, Tetangga RI Beri Pesan Keras ke China
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 06.20
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35
China Bersiap Menyerang, Taiwan Siapkan 'Neraka Drone'
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 09.09
Taiwan Siapkan 'Neraka Drone' untuk Gagalkan Invasi China
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 21.30