China Tolak Tuduhan Banjiri Dunia dengan Produk Murah, Singgung AS-UE
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah China menerbitkan white paper yang membantah tuduhan negara Barat mengenai kelebihan kapasitas produksi (overcapacity) dan banjir produk murah di pasar global. Beijing menyebut tuduhan tersebut merupakan dalih proteksionisme yang dipolitisasi oleh negara yang khawatir kehilangan daya saing industri. China menekankan bahwa WTO dan IMF belum memiliki definisi resmi mengenai overcapacity, sehingga negara-negara Barat dinilai menggunakan standar sendiri untuk kepentingan geopolitik.
Dalam dokumen itu, China membalas kritik soal subsidi industri dengan menunjukkan bahwa negara maju juga memberikan bantuan besar. AS mengalokasikan sekitar US$750 miliar melalui Inflation Reduction Act (2022-2031), sementara Uni Eropa menyiapkan sekitar €1,44 triliun subsidi (2021-2030). China juga membantah bahwa surplus perdagangan mencerminkan overcapacity, dengan mengacu pada pengalaman surplus jangka panjang AS, Jerman, Jepang, dan Inggris.
Beijing menolak narasi "China Shock 2.0" dan menggantinya dengan sebutan "China Opportunity 2.0", yaitu peluang global melalui inovasi teknologi, transisi energi hijau, dan investasi di negara berkembang. China mengklaim perkembangan industri kendaraan listrik, baterai, AI, dan energi terbarukan didorong oleh riset besar dan persaingan pasar domestik, bukan semata subsidi. Di akhir dokumen, China menyerukan pemeliharaan sistem perdagangan bebas dan penguatan WTO.
Bagikan
Berita terkait
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30
AS Ungkap Praktik Pengiriman Barang China untuk Hindari Tarif Impor
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 19.33
Pecahkan Rekor, Kereta China Tembus 800 Km/Jam dalam 5,3 Detik
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.07
DeepSeek dan Alibaba Buka Akses Model AI, Persaingan Makin Ketat
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 14.30