Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Economist Citi Indonesia Helmi Arman menyampaikan bahwa terdapat faktor global dan domestik yang dapat mendukung penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Dari faktor global, Helmi menyebutkan tren harga minyak dunia yang relatif lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya. Perkiraan Citi menunjukkan bahwa jika arus perdagangan minyak di Selat Hormuz kembali normal, pasar minyak akan mengalami surplus sebesar 4 juta barel per hari pada 2027. Selain itu, yield US Treasury khususnya tenor pendek diperkirakan turun hingga akhir tahun karena inflasi inti AS yang menurun dari 2,5% ke 2,2-2,3%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 09.43
BI-Rate diprediksi bertahan di level 5,75 persen pada RDG Agustus 2026
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.13
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.748, Analis Ungkap Penyebabnya
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.50
Rupiah Meroket Efek Kebijakan BBM Pemerintah
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 17.45
Ekonom sebut pengambilan kebijakan jadi ujian independensi BI
Berita terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.862 per Dolar AS, Tertekan Kenaikan Harga Minyak
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.37
Imbal Hasil Obligasi AS 30 Tahun Tembus 5,3 Persen, Tertinggi sejak 2007
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.15
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40
Prabowo Targetkan Lifting Minyak di 2027 Capai 610.000 Barel per Hari
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.57