RI Punya Harta Karun di Bawah Bantal, Bisa Saingi China!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa sekitar 1.800 ton emas yang masih bersemayam di bawah bantal masyarakat bernilai US$ 252 miliar (Rp 4,48 triliun). Jika masuk ke sistem keuangan, stok emas Indonesia akan menjadi bagian terbesar keempat di dunia, melebihi China (2.331 ton) dan hanya di belakang Amerika Serikat (8.133 ton). Untuk mendorong penyimpanan emas formal, BSI dan Pegadaian diminta meningkatkan layanan bullion, dengan Pegadaian telah mengelola 153 ton dan BSI 20 ton. Targetnya, 20% dari total emas di bawah bantal bisa pindah ke instrumen keuangan dalam waktu dekat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 21.52
Airlangga sebut ekosistem bulion emas beri nilai tambah ekonomi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 17.54
Atasi Fluktuasi Harga Emas, Pegadaian Hadirkan Solusi Cicil Tabungan Emas
Berita terkait
Harga Emas Hari Ini Tergelincir Imbas Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.50
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35
Harga-Harga Makin Mahal? Begini Cara Hemat Tanpa Mengorbankan Kenyaman
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 09.10
Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp17.694 per USD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.22