CORE Indonesia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Ini Sebabnya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 melambat ke kisaran 4,8%-4,9%, kembali di bawah level 5%. Direktur Riset CORE Indonesia, Akbar Susamto, menjelaskan perlambatan ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dan domestik. Di tingkat global, konflik geopolitik di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah menyentuh US$118 per barel pada 30 April 2026, dengan rata-rata tahun ini di US$85 per barel sehingga menaikkan biaya produksi industri manufaktur.
Secara domestik, pengetatan kebijakan moneter dan ketidakpastian tata kelola fiskal turut membatasi ruang ekspansi ekonomi. CORE mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 di kisaran 4,9%-5,1%, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4%. Dari sisi komponen PDB, konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat menjadi 4,7%-4,9% dari realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,52%. Konsumsi pemerintah diproyeksikan tumbuh 20%-23%, PMTB atau investasi meningkat 6,8%-7,5%, ekspor tumbuh 7%-8%, dan impor meningkat 4,8%-4,9%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 08.00
Bagaimana Nasib Rupiah usai Tembus di Level Rp18 Ribu?
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.14
BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 18.31
Mengapa PHK Terus Terjadi saat Pemerintah Klaim Ekonomi RI Aman?
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 07.00
Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
Berita terkait
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29%, BI Optimistis Target 2026 Tercapai
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.15
Belajar Ekonomi Merdeka dari Lomba 17 Agustus
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 17.19
Video: Agar Ekonomi Tumbuh Lebih Cepat, Pemerintah Harus Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.00
Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan: Tantangan Indonesia Membangun Ekonomi yang Adil
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 08.30