Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

CORE Indonesia Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%, Ini Sebabnya!

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 melambat ke kisaran 4,8%-4,9%, kembali di bawah level 5%. Direktur Riset CORE Indonesia, Akbar Susamto, menjelaskan perlambatan ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dan domestik. Di tingkat global, konflik geopolitik di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah menyentuh US$118 per barel pada 30 April 2026, dengan rata-rata tahun ini di US$85 per barel sehingga menaikkan biaya produksi industri manufaktur.

Secara domestik, pengetatan kebijakan moneter dan ketidakpastian tata kelola fiskal turut membatasi ruang ekspansi ekonomi. CORE mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 di kisaran 4,9%-5,1%, lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,4%. Dari sisi komponen PDB, konsumsi rumah tangga diperkirakan melambat menjadi 4,7%-4,9% dari realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,52%. Konsumsi pemerintah diproyeksikan tumbuh 20%-23%, PMTB atau investasi meningkat 6,8%-7,5%, ekspor tumbuh 7%-8%, dan impor meningkat 4,8%-4,9%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait