Membaca Arah Rupiah di Tengah Pencarian Maestro Baru BI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah pengunduran diri Perry Warjiyo, Presiden Prabowo Subianto belum mengajukan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) baru. Rupiah bergerak stabil di kisaran Rp18.000 per dolar AS, dengan penguatan tipis 0,06% ke Rp18.073 pada Rabu (29/7). Pelemahan rupiah sekitar 7,6% sejak awal 2026 disebabkan tekanan global seperti potensi kenaikan suku bunga AS, harga minyak naik, konflik Timur Tengah, dan ketidakpastian arus modal.
Ekonom menilai kondisi sebagai keseimbangan lemah, dengan rupiah berpotensi di Rp17.900-Rp18.250 selama pencarian. Investor asing mengalir keluar dari saham US$4,66 miliar, tetapi masuk ke obligasi dan SRBI, sehingga investasi portofolio bersih masuk US$5,69 miliar. Cadangan devisa Indonesia US$145,6 miliar, inflasi inti 2,76%.
Proses pemilihan perlu segera diumumkan untuk kurangi ketidakpastian. BI tetap menjaga stabilitas dengan pejabat sementara. Jika berlarut, rupiah bisa melemah lebih jauh. Investor harapkan figur independen jaga kepercayaan pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 14.15
Bank Indonesia Komitmen Jaga Kestabilan Rupiah hingga Inflasi
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 09.15
Destry Damayanti Pastikan BI Tetap Fokus Jaga Stabilitas Rupiah dan Inflasi
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.03
Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.040
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.20
Ekonom: 30% Tekanan Rupiah Bersumber dari Luar Negeri
Berita terkait
Eks Menkeu Beberkan PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah Hingga Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.27
BI dorong masyarakat menghormati rupiah sebagai simbol negara
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Membaca Deflasi, Menakar Respons BI
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 12.00
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.875
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 09.03