Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BI Minta Bank Lebih Rajin Gelontorkan Kredit

Bank Indonesia (BI) mendorong industri perbankan untuk lebih rajin menyalurkan kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengembalikan fungsi sebagai lembaga intermediasi. Pejabat sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan konsentrasi pada pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran. Salah satu langkah adalah pengurangan Giro Wajib Minimum bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas termasuk UMKM. BI juga mempertahankan suku bunga acuan di 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah, yang telah menghasilkan inflow asing senilai Rp 195 triliun atau lebih dari US$10 miliar.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Mei 2026 menunjukkan realisasi kredit UMKM tumbuh 0,60% year on year, dengan segmen mikro dan menengah naik masing-masing 0,64% dan 1,84%, tetapi usaha kecil mengalami kontraksi 0,24%. BI menekankan pentingnya kualitas kredit yang sehat untuk pertumbuhan inklusif. Untuk mempercepat penyaluran modal ke sektor strategis termasuk UMKM, BI menyiapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan pemotongan GWM bagi bank yang memenuhi kriteria. Sistem pembayaran QRIS juga digenjot, dengan basis pengguna mencapai 66 juta jiwa dan 45 juta merchant, di mana 90% merupakan UMKM.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait