Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

'Cosa Nostra' Beraksi! Rampok Alutsista 800 Ribu Senjata-Drone Perang

Kelompok mafia Italia, Cosa Nostra, dilaporkan berupaya membeli sebagian dari sekitar 800.000 pucuk senjata dan alutsista yang hilang atau dicuri dari Ukraina sejak 2022. Data menunjukkan sebanyak 780.465 unit persenjataan dinyatakan raib, dengan 149.000 unit hilang pada lima bulan pertama tahun 2026. Senjata yang dimaksud mencakup AK-47, bahan peledak, hingga drone militer canggih. Kepala Jaksa Palermo menyatakan bahwa otoritas keamanan Italia tidak siap menghadapi sistem senjata canggih seperti drone pembuat ranjau.

Aparat penegak hukum Eropa mengalami kesulitan melacak peredaran senjata karena pemerintah Barat merahasiakan detail pengiriman militer ke Ukraina. Akibatnya, persenjataan mudah memasuki pasar gelap Eropa dan menarik minat kelompok kriminal. Kasus ini muncul di tengah skandal korupsi yang melibatkan lembaga militer Ukraina, termasuk penjualan peralatan ilegal senilai jutaan dolar dan pencurian dana drone. Badan Kepolisian Eropa (Europol) pada tahun 2022 telah melaporkan adanya penyelundupan senjata ke Uni Eropa, dengan negara seperti Finlandia, Denmark, Swedia, Belanda, dan Spanyol mengonfirmasi senjata pasokan Kiev sampai ke tangan kriminal lokal.

Rusia telah lama memperingatkan bahwa senjata Barat yang dikirim ke Ukraina akan mengancam Eropa melalui pasar gelap. Selain itu, Ukraina dituduh memasok senjata dan keahlian drone kepada militan di Afrika, termasuk di Mali. Tuduhan ini menambah kekhawatiran atas dampak keamanan global akibat kebocoran senjata dari Ukraina.

Berita terkait