Rusia Diduga Sabotase Pabrik Senjata Negara-negara NATO untuk Uji Nyali Sekutu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sumber intelijen Barat mengklaim Rusia melakukan sabotase terhadap pabrik senjata negara-negara NATO di Eropa sebagai upaya menguji tekad sekutu. Operasi ini dilakukan dengan merekrut anggota geng kriminal lokal untuk menghindari terlibatnya langsung Moskow. Serangan-serangan ini dirancang hati-hati agar tidak memicu Pasal 5 NATO, klausul pertahanan bersama aliansi tersebut. Pekan ini, Latvia menangkap tiga warganya yang dicurigai terlibat dalam pembakaran pablik drone di Estonia. Pada 15 Agustus, bangunan Milrem Robotics di Tallinn, produsen drone yang memasok senjata kepada Ukraina, dibakar. Perusahaan ini merupakan salah satu dari dua pemasok asing kendaraan darat nirawak bagi angkatan bersenjata Ukraina. Perdana Menteri Estonia Kristen Michal menyatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan apakah ini sabotase dan keterlibatan Rusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 17.00
Tiga Anak Tewas dalam Serangan Drone Ukraina ke Rusia Selatan
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 10.31
Banderol, Senjata Unik Rusia yang Jadi Mimpi Buruk Ukraina
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 07.15
Rusia Klaim Tembak Jatuh 250 Drone Ukraina dalam 12 Jam
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 03.00
Drone Ukraina Hantam Gudang Ozon di Rusia, 10 Orang Tewas
Berita terkait
Rusia Ancam Serang Inggris, Akankah NATO Hidupkan Pasal 5?
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 04.40
Tak Mau Berkonflik dengan Rusia, Anggota NATO Ini Tolak Kirim Rudal ke Ukraina
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 21.40
Rusia Nyatakan Inggris Ikut Perang karena Beri Ukraina Akses untuk Rakit Rudal Storm Shadow
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 07.20
Pesawat Raksasa Rusia 4 Tahun Disandera Negara NATO, Terancam Tak Bisa Pulang
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 09.18