CTO Danantara Beberkan Kendala Olah Semi Konduktor-Mineral Kritis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa menyatakan bahwa kendala utama hilirisasi mineral di Indonesia adalah teknologi. Menurutnya, sebagian besar mitra asing lebih tertarik mengambil bahan baku atau transfer teknologi terbatas, bukan membangun kemampuan lokal. Sementara itu, kesenjangan teknologi paling lebar terdapat pada pengolahan mineral untuk semikonduktor dan mineral kritis lainnya, yang biasanya hanya dapat ditangani oleh negara-negara maju.
Untuk menackle tantangan ini, Danantara bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendirikan pusat riset dan pengembangan. Langkah ini sejalan dengan dukungan Presiden Prabowo yang berhasil mengumpulkan 2.600 rektor dan dekan, dan menawarkan 31 hingga 40 kebijakan industrialisasi melalui Danantara. Kolaborasi ini bertujuan agar perguruan tinggi saling melengkapi keahlian untuk menutup kesenjangan teknologi.
Sigit menekankan bahwa pembangunan sumber daya dan pengalaman teknologi melalui kemitraan ini menjadi kunci agar Indonesia mampu mengolah sendiri mineralnya, terutama untuk sektor strategis seperti semikonduktor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.03
Danantara Berperan sebagai Enabler dengan Memperkuat Ekosistem Industri
Berita terkait
Perkuat Infrastruktur Teknologi, Danantara Teken MoU dengan Thales
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 12.22
CXMT Mulai Produksi RAM LPDDR5X: Siap Saingi Pabrikan RAM Global
Detik.com · 24 September 2026 pukul 08.49
Pemerintah sebut industri otomotif perlu adaptasi AI dan semikonduktor
ANTARA News · 20 September 2026 pukul 11.04
Korsel Memperluas Undang-undang Spionase untuk Melindungi Sektor Semikonduktor
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 07.39