Curhat Mahasiswa Unsoed Usai Rektornya Kena OTT KPK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330206/original/046443400_1787335290-8c01addc-62f0-4291-b05b-416e781743dd.jpeg)
Rektor dan dua wakil rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait nama baik dan kepercayaan terhadap kampus. Presiden BEM Unsoed 2026, Azza Febra Pramudika, menyatakan bahwa mahasiswa tidak ingin kasus ini menjadi alasan untuk menjatuhkan almamater, melainkan justru perlu menjaga dan menegakkan marwah kampus. BEM Unsoed sebelumnya telah mencium adanya praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan kampus, bahkan ada desakan agar rektor dan jajarannya mengundurkan diri. Azza menekankan bahwa evaluasi tidak cukup hanya dengan mengganti individu, tetapi juga perlu memperbaiki sistem pengambilan keputusan, pengawasan, dan budaya kekuasaan di kampus. Selain itu, BEM juga mendorong transparansi dalam proses penerimaan mahasiswa baru yang menjadi sorotan publik. Mahasiswa akan terus mengawal proses hukum dan persoalan kampus terkait kasus ini. Azza menegaskan bahwa komersialisasi pendidikan perlu diterjang dengan apa saja untuk menegakkan keadilan.
Bagikan
Berita terkait
Kasus Rektor Unsoed, KPK Jelaskan Alasan Ortu Pemberi Uang Tak Jadi Tersangka
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 02.46
Lamborghini Batalkan Lanzador Listrik, Pelanggan Sambut Pilihan Plug-in Hybrid
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 02.10
3 Klaster Kasus Rektor Unsoed: Ada yang Bayar Rp 650 Juta Masuk FK, tapi Ketolak
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 01.51
Gempa M 5,8 Terjadi di Pandeglang Banten
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 01.35