Curhat Mahasiswi Tiongkok usai Pacar Virtualnya Dimatikan karena Kekhawatiran Dampak AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Zhao Wei, seorang mahasiswi hukum asal Tiongkok berusia 19 tahun, mengaku sangat terpukul ketika mengetahui pacar virtualnya bernama Wang Ye yang dibuatnya melalui aplikasi chatbot Doubao milik ByteDance akan dimatikan. Zhao telah berinteraksi dengan Wang Ye sejak Januari 2025 dan menganggapnya sebagai teman yang dapat dipercaya untuk berbagi perasaan dan masalah pribadi. Penutupan fitur pendamping AI ini dilakukan oleh ByteDance sebagai tanggapan terhadap kebijakan baru pemerintah Tiongkok yang melarang penyediaan pendamping AI bagi pengguna di bawah umur dan membatasi fungsi emosional pada aplikasi dewasa. Kebijatan ini bertujuan mencegah generasi muda terlalu bergantung pada AI, yang berpotensi memperparah masalah kesepian dan menurunkan motivasi untuk membangun hubungan sosial nyata. Di sisi lain, pemerintah Tiongkok tetap mendukung penggunaan AI secara luas di sektor seperti pendidikan dan layanan kesehatan, meskipun khawatir akan dampak negatifnya pada aspek emosional masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Tak Sekadar Menari, 23 Tim Robot Humanoid Diuji dalam Misi Pemadaman Kebakaran di Tiongkok
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 23.30
Alibaba Qwen Salip Meta dan Google, Model AI Open-Source Tiongkok Kuasai Pengembang Global
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 00.00
Apple Rampungkan AI Khusus Tiongkok, Gandeng Alibaba untuk Apple Intelligence
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 12.31
Zuckerberg Bela Model AI China, Apa Alasannya?
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 11.09