Daerah di Jabar Ini Mau Disulap Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan pelaku industri di Priangan, Jawa Barat, sedang mengembangkan wilayah ini menjadi pusat industri mebel dan kerajinan berorientasi ekspor. Tasikmalaya sudah dikenal dengan pengrajin bambu, kayu, dan produk handmade, namun belum siap bersaing di pasar global. Menurut Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI, masalah utama bukan kekurangan tenaga kerja, tetapi mindset dan sistem yang belum memadai. Industri perlu beralih dari sekadar menerima pesanan menjadi mampu membangun pasar sendiri.
Untuk bersaing di pasar internasional, perusahaan harus meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, ketepatan pengiriman, dan profesionalisme. HIMKI mendorong perubahan posisi perusahaan dari subkontraktor menjadi OEM, ODM, hingga memiliki merek sendiri. Pengembangan tidak hanya fokus pada bambu, tetapi juga kayu, metal, tekstil, dan produk premium lainnya, sambil menjaga karakter lokal.
HIMKI mengidentifikasi 30-50 perusahaan potensial, dengan 20 di antaranya akan dilatih untuk menjadi eksportir. Targetnya, dalam enam hingga 12 bulan, muncul pesanan ekspor pertama. Dalam 12-36 bulan, diharapkan terjadi peningkatan repeat order dan perluasan pasar ekspor.
Bagikan
Berita terkait
Limbah Pelepah Pisang Jadi Kerajinan yang Laku di Pasar Dunia
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.38
Ekspor Tembus USD909 Juta, Kemenperin Pacu IKM Kerajinan Jogja Go Global
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 08.32
Kemenkum NTB Kawal Ekspor Produk Homedecor Anyaman Ketak ke Eropa & Malaysia
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 21.24
Ekspor Industri Halal Tembus USD 35,7 M, Menperin Dorong Indonesia Jadi Produsen Dunia
JawaPos · 27 September 2026 pukul 11.00