Daerah di Jabar Ini Mau Disulap Jadi Pusat Mebel dan Kerajinan RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan pelaku industri di Priangan, Jawa Barat, sedang mengembangkan wilayah ini menjadi pusat industri mebel dan kerajinan berorientasi ekspor. Tasikmalaya sudah dikenal dengan pengrajin bambu, kayu, dan produk handmade, namun belum siap bersaing di pasar global. Menurut Abdul Sobur, Ketua Umum HIMKI, masalah utama bukan kekurangan tenaga kerja, tetapi mindset dan sistem yang belum memadai. Industri perlu beralih dari sekadar menerima pesanan menjadi mampu membangun pasar sendiri.
Untuk bersaing di pasar internasional, perusahaan harus meningkatkan kualitas, kapasitas produksi, ketepatan pengiriman, dan profesionalisme. HIMKI mendorong perubahan posisi perusahaan dari subkontraktor menjadi OEM, ODM, hingga memiliki merek sendiri. Pengembangan tidak hanya fokus pada bambu, tetapi juga kayu, metal, tekstil, dan produk premium lainnya, sambil menjaga karakter lokal.
HIMKI mengidentifikasi 30-50 perusahaan potensial, dengan 20 di antaranya akan dilatih untuk menjadi eksportir. Targetnya, dalam enam hingga 12 bulan, muncul pesanan ekspor pertama. Dalam 12-36 bulan, diharapkan terjadi peningkatan repeat order dan perluasan pasar ekspor.
Bagikan
Berita terkait
Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 08.21
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Kebakaran di Jalur Arteri Tasikmalaya-Bandung
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.40
Tembus Pasar Internasional, Holding UMKM Perkebunan Lepas Ekspor Lada Putih Rp2,86 Miliar
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 21.00