Ekspor Industri Halal Tembus USD 35,7 M, Menperin Dorong Indonesia Jadi Produsen Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekspor industri halal Indonesia mencapai USD 35,72 miliar pada Semester I 2026, naik 7,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan industri halal tak lagi terbatas pada makanan dan minuman, melainkan telah meluas ke kosmetik, farmasi, fesyen, hingga jasa pendukung. Nilai ekspor produk industri halal diproyeksikan mencapai USD 70,73 miliar pada 2025, naik dari USD 65,2 miliar pada 2024. Indonesia diuntungkan dengan pasar domestik yang besar dan basis industri yang berkembang, sehingga berpotensi menjadi produsen utama dalam rantai pasok halal global.
Agus menekankan pentingnya membangun brand yang relevan dengan kebutuhan konsumen, di mana sertifikasi halal harus didukung kualitas produk, inovasi, dan proses produksi yang terpercaya. Karyanto Wibowo dari Danone Indonesia menambahkan, kepatuhan halal tidak hanya soal regulasi, tetapi juga kepercayaan konsumen dan keberlanjutan brand. Standar halal perlu dipadukan dengan kualitas, transparansi, dan komitmen lingkungan agar brand dapat bersaing di pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 September 2026 pukul 10.48
Dexa Group: Kepastian Halal Mendukung Akses Produk ke Pasar Global
kumparan · 25 September 2026 pukul 19.41
Top Halal Award 2026: Dorong Transformasi Halal dari Kepatuhan Jadi Brand Trust
Berita terkait
Produk Halal Indonesia Didorong Penuhi Standar dan Kebutuhan Pasar Global
SINDOnews · 20 September 2026 pukul 15.56
Kemenperin Ungkap Kontribusi Industri Halal Tembus Rp 1.102 T
Detik.com · 25 September 2026 pukul 07.46
Pasar Halal RI Hampir Rp6.000 Triliun, Menperin: Industri Lokal Jangan Cuma Jadi Pasar
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 07.32
Hadiri H20 Summit 2026, 48 Negara Dukung Wajib Halal Mulai Oktober
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 23.01