Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Daftar Nakes Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS di Medsos

Sejumlah tenaga kesehatan meminta maaf secara terbuka setelah komentar mereka yang dinilai tidak berempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan di media sosial Threads menjadi sorotan. Yurizal mengeluhkan menunggu ruang rawat inap selama delapan jam, namun balasan dari akun-akun yang diduga milik dokter justru mencibir, seperti menyarankan pindah ke ruang jenazah, mengejek kecerdasan, hingga menulis "bacot nih pasien". Sembilan hari setelah unggahan, yaitu 31 Juli 2026, Yurizal meninggal dunia, memicu kemarahan publik dan mengekspos ulang komentar-komentar tersebut.

Enam tenaga kesehatan teridentifikasi dan menyampaikan permohonan maaf: dr Beni Christian Sihombing (RSUD Ruteng, NTT), Hilda Clarissa Theopilus (RSUD Umbu Rara Meha, NTT), dr Elda Putri Rahardini (alumni LPDP), dr Renanda Maulidya Fadyla (RSUD IA Moeis Samarinda), Herdiana Ayu Saputri (Dinas Kesehatan Kabupaten Malang), dan dr Tamara Dewi Jasmine (RS Pusri Palembang). Beberapa di antaranya mengakui kesalahan, menanggung jawab penuh, dan siap menerima sanksi. RSUD IA Moeis telah menjatuhkan sanksi internal kepada dr Renanda.

Kasus ini memicu diskusi luas soal etika dan empati tenaga kesehatan di media sosial, serta tekanan sistem rujukan BPJS yang menyebabkan keluhan pasien tentang waktu tunggu lama. Masyarakat menuntut profesionalisme dan kepekaan saat berkomunikasi, terutama saat pasien dalam kondisi rentan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait