Dana Menipis, PBB Pangkas 50% Bantuan Pangan untuk Palestina
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Program Pangan Dunia (WFP) terpaksa memangkas hampir 50% bantuan pangan untuk warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Sebelumnya, WFP menyalurkan makanan, voucher, dan bantuan tunai kepada sekitar 400.000 orang, terutama di wilayah pedesaan dan selatan termasuk Hebron. Mulai bulan ini, cakupan bantuan dikurangi menjadi sekitar 200.000 penerima akibat keterbatasan dana.
Direktur WFP untuk Palestina, Shaun Hughes, menyampaikan bahwa pembatasan pergerakan, pembongkaran, dan pemindahan massal di Tepi Barat telah memperparah kondisi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa situasi tersebut seharusnya mendorong peningkatan bantuan, bukan pemangkasan. WFP belum mengklasifikasikan situasi di Tepi Barat sebagai krisis pangan, melainkan sebagai krisis hak asasi manusia yang memburuk.
Pemangkasan bantuan juga mencerminkan penurunan kontribusi dari donor Barat, termasuk Amerika Serikat, yang mengalihkan prioritas ke kebutuhan domestik dan pertahanan. WFP memperingatkan bahwa ancaman serupa menghantui operasinya di Gaza, tempat bantuan disalurkan kepada sekitar 1,5 juta orang. Pemotongan lebih lanjut tidak dapat dihindari kecuali dana tambahan dijamin.
Bagikan
Berita terkait
Pelapor Khusus PBB Desak Pengerahan Pasukan Perlindungan Internasional di Gaza dan Tepi Barat
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 16.00
PBB Kecam Kekerasan dan Penggunaan Peluru Tajam di Tepi Barat
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 10.50
Pelapor Khusus PBB Tegaskan Pendudukan Israel Harus Diakhiri
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 04.00
Serangan Israel Sebabkan Pengungsian Warga Palestina di Tepi Barat Sejak 2023
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 21.00