Eddy Soeparno: Ekonomi Karbon Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembangkan ekonomi hijau dan ekonomi karbon. Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) serta bursa nilai ekonomi karbon telah didirikan dengan mengadopsi standar karbon dunia. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno dari PAN mengapresiasi pidato tersebut dan menekankan bahwa ekonomi karbon harus menjadi mesin pertumbuhan baru Indonesia, bukan sekadar instrumen untuk penurunan emisi.
Eddy menilai SRUK sebagai fondasi kepercayaan pasar karbon nasional, memastikan pencatatan, verifikasi, dan keterlacakan unit karbon untuk menarik investasi. Integritas data dan transparansi menjadi prinsip utama agar pasar karbon kredibel. Penguatan SRUK perlu diiringi kepastian regulasi, kesiapan proyek, dan koordinasi lintas kementerian.
Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi karbon melalui kekayaan hutan, lahan gambut, mangrove, energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Eddy mendesak pemanfaatan potensi ini melalui pasar karbon yang kompetitif untuk keuntungan ekonomi negara, dengan kerja konkret menindaklanjuti arahan presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.08
Eddy Soeparno Puji Pidato Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Karbon
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.39
Eddy Soeparno Apresiasi Perhatian Prabowo Terhadap Ekonomi Karbon, Ini Harapannya
Berita terkait
Bukan Sekadar Ikuti Tren Global, Bappenas Tekankan Ekonomi Hijau Arah Strategis RI
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.34
Bappenas Ungkap Transisi Ekonomi Hijau Bisa Buka 5 Juta Lapangan Kerja
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.32
Bappenas: Ekonomi Hijau Prioritas Utama Pembangunan Nasional
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 11.40
WiLAT Indonesia: Kesetaraan Gender Kunci Transisi Ekonomi Hijau
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 23.47