Dari Rumah hingga WtE, Pengelolaan Sampah Perlu Jalan Beriringan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di RT 08/RW 04, Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, 41 rumah tangga mengelola sampah secara mandiri melalui pemilahan sumber dengan kombinasi biopori, komposter, budidaya maggot, dan bank sampah. Inisiatif ini memberikan manfaat lingkungan sekaligus ekonomi bagi warga lokal. Namun, keberhasilan di tingkat komunitas perlu dilengkapi dengan solusi berskala besar seperti program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE) untuk mengolah sampah yang tidak tertangani oleh warga. Menurut Taufiq Supriadi Yusuf, ketua RT setempat, pemilahan sampah dari rumah tangga harus menjadi fondasi pengelolaan sampah nasional. Sementara itu, WtE yang dikembangkan oleh Danantara Indonesia dapat menjadi alternatif pengolahan sampah yang tidak dapat diproses melalui inisiatif warga. Sampah organik dianggap sebagai "tambang emas" yang perlu dimanfaatkan, sementara sampah nonorganik dapat diarahkan ke teknologi WtE.
Bagikan
Berita terkait
Pakar Sebut Perencanaan Matang Jadi Kunci Efektivitas Penggunaan Insinerator Modern di Proyek PSEL
VOI · 3 September 2026 pukul 18.37
Zulhas Puji Keterlibatan TNI AD dalam Pengelolaan Sampah di Tanah Air
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 14.50
Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 23.04
Pengelolaan Sampah Mandiri Kurangi Beban TPA Gunungkidul
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.04