Pengelolaan Sampah Mandiri Kurangi Beban TPA Gunungkidul
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8407960/original/020894400_1782291107-ChatGPT_Image_24_Jun_2026__15.43.56.jpg)
Pemkab Gunungkidul mengoptimalkan pengelolaan sampah mandiri untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Wukirsari dan TPS3R. DLH Gunungkidul mencatat ada hampir 400 bank sampah dan 21 TPS3R yang berfungsi sebagai mitigasi agar masyarakat tidak membuang sampah organik langsung ke TPA. Targetnya, TPA bebas sampah organik pada Agustus 2026.
Kepala DLH Edy Basuki mengatakan sampah anorganik dipilah dan dikirim ke bank sampah untuk diproses oleh pengepul, sementara sampah organik diolah menjadi kompos di rumah tangga melalui lubang kompos atau wadah dari barang bekas seperti galon dan ember. Timbunan sampah organik dan anorganik di Gunungkidul mencapai 50 hingga 60 ton per hari. Dengan pengelolaan mandiri, volume sampah ke TPA ditargetkan turun menjadi sekitar 20 ton per hari.
DLH terus menggencarkan sosialisasi pengelolaan sampah dari rumah tangga. Bupati Endah Subekti Kuntariningsih meminta seluruh ASN DLH memperkuat kolaborasi lintas OPD untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Gunungkidul.
Bagikan
Berita terkait
Bank Sampah Cemara Asri Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 23.04
UNJ Kelola Sampah Dapur Jadi Kompos hingga Olah Nata de Coco dengan Jeniper Kuningan
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 14.53
PGN Bangun Rantai Nilai Ekonomi Sirkular, 871 Kg Sampah Plastik Diolah Jadi Produk Bernilai Jual
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 03.15
DLH Purwakarta percepat Pembenahan TPA Cikolotok
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.40