Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Dari Volkswagen hingga Jaguar Land Rover: Ini Daftar Lengkap Pabrikan yang Pecat Puluhan Ribu Karyawan

Industri otomotif Eropa sedang mengalami krisis besar akibat gabungan tekanan tarif impor AS, penurunan penjualan di China, dan perlambatan adopsi kendaraan listrik. Sejak 2024, lebih dari 111.000 pekerjaan telah diumumkan untuk dipangkas secara global, dengan proyeksi hingga 2035 mencapai 146.950 posisi. Jerman sebag sebagai pusat industri otomotif Eropa, menanggung dampak terberat dengan empat merek besarnya (Volkswagen, Audi, BMW, dan Porsche) menyumbang 85 persen dari total PHK yang diumumkan. Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa (CLEPA) melaporkan lebih dari 100.000 pekerjaan terpangkas di Jerman saja pada periode 2024-2025.

Volkswagen Group sendiri diproyeksikan kehilangan €2,9 miliar (sekitar Rp56,5 triliun) hanya dari tarif impor AS yang naik dari 2,5% ke 15%. Di sisi lain, pasar China semakin sulit dijangkau bagi merek asing, dengan pangsa pasar produsen non-Tiongkok menurun dari 57% pada 2020 ke 32% pada 2025. Merek-merek China kini mendominasi pasar dalam negerinya dengan 69% pangsa pasar, bahkan mampu masuk dalam daftar tiga mobil terlaris di Inggris seperti Jaecoo 7.

Investasi kendaraan listrik di Eropa juga mengalami penurunan signifikan, hanya mencapai €5,64 miliar pada 2024, terendah sejak 2019. Asosiasi Industri Otomotif Jerman (VDA) memperkirakan industri nasional berpotensi kehilangan tambahan 125.000 pekerjaan lagi hingga 2035 jika tidak ada perbaikan daya saing yang signifikan.

Berita terkait