Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Dataran Tinggi Krayan, Beras Organik, dan Peran Penting Taman Nasional

Dataran Tinggi Krayan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, adalah wilayah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 1.000 meter di atas permukaan laut dan puncak-puncak mencapai 2.000 meter. Wilayah ini terbagi menjadi lima kecamatan dengan topografi seragam, di mana masyarakat Dayak Lundayeh menanam Padi Adan, varietas lokal yang ditanam secara organik menggunakan air sungai dari pegunungan. Bentang alam mangkuk raksasa ini, dikelilingi hutan hujan tropis, mendukung sirkulasi air alami yang memastikan sawah tetap teririgasi sepanjang tahun tanpa kekeringan. Kehadiran Taman Nasional Kayan Mentarang di sekeliling wilayah ini menjadi kunci utama kelestarian ekosistem dan kualitas air yang mendukung pertanian organik. Masyarakat setempat menanam padi sekali setahun secara serentak pada akhir Juli setelah musim hujan, lalu memanen pada Desember, sementara lahan diistirahatkan dari awal hingga pertengahan tahun berikutnya untuk perawatan tanah dan irigasi. Praktik ini dijaga karena dianggap mempertahankan kualitas rasa, aroma, dan kesubahan tanah Padi Adan. Dukungan dari Balai Taman Nasional Kayan Mentarang melalui bantuan traktor tangan dan mesin penggiling padi meningkatkan produktivitas petani. Pada 2025, Kelompok Tani Hutan Batu Pun Bersama berhasil menghasilkan hampir 51 ton gabah kering, jauh melampaui 30 ton pada tahun sebelumnya. Setelah penggilingan, lebih dari separuhnya menjadi beras siap jual dengan harga Rp350.000 hingga Rp400.000 per kaleng (15 kg). Dengan 39 anggota, total nilai panen mencapai hampir Rp1 miliar, menunjukkan efek pengganda nyata dari investasi sebesar Rp50 juta.

Berita terkait