Debu Tak Terlalu Tebal, Purbaya Klaim Dampak Ekonomi Erupsi Anak Krakatau Belum Signifikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan erupsi Gunung Anak Krakatau belum berdampak signifikan terhadap ekonomi nasional karena sebaran abu vulkanis yang tidak terlalu tebal dan durasi bencana yang singkat. Pemerintah belum menyiapkan stimulus ekonomi atau insentif fiskal khusus bagi sektor usaha terdampak, termasuk industri penerbangan dan penyeberangan, sembari terus memantau arus logistik di Banten dan Lampung.
Untuk penanganan darurat, pemerintah telah menyediakan Dana Cadangan Bencana, Dana Siap Pakai (DSP) melalui BNPB, serta skema Pooling Fund Bencana (PFB). Dana tersebut dialokasikan untuk logistik penyelamatan, santunan warga, dan pembersihan fasilitas publik. Kebijakan fiskal lebih lanjut akan ditentukan setelah adanya penghitungan dampak yang lebih terukur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 10.42
Kerugian Maskapai Penerbangan Sentuh Rp19 M per Hari Imbas Erupsi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 09.22
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.645 per USD
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 07.53
Anak Krakatau Masih Level Siaga, PVMBG Ungkap Potensi Letusan Masih Tinggi
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 07.38
BMKG Ungkap Abu Anak Krakatau Bergerak ke Barat hingga Barat Daya, Wilayah Ini Terdampak
Berita terkait
BMKG Prakirakan Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Jauhi Wilayah RI
Detik.com · 8 September 2026 pukul 05.35
Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Terkendali, Cloud Seeding Diterjunkan
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 21.03
Boni Hargens: Polri Konsisten Dalam Menangani Bencana Alam
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 19.15
Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Bagi Tubuh: Jangan Keluar Rumah
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.00