Boni Hargens: Polri Konsisten Dalam Menangani Bencana Alam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Analis politik dan hukum Boni Hargens memuji respons cepat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap ancaman abu vulkanis dari Anak Krakatau. Kapolri menginstruksikan seluruh jajarannya mulai dari Kapolda hingga Kapolsek untuk siap siaga satu dan membantu masyarakat terdampak. Boni menilai langkah ini sebagai bagian dari pola konsisten Polri dalam menangani bencana alam, termasuk banjir bandang di Sumatra, gempa di Flores, karhutla di Kalimantan, dan sekarang abu vulkanis Anak Krakatau yang mempengaruhi kualitas udara di banyak daerah. Menurutnya, keberadaan negara harus cepat dan tepat sasaran saat krisis terjadi, baik akibat bencana alam maupun faktor manusia, karena masyarakat hanya membutuhkan kehadiran yang memastikan keselamatan warga. Boni juga menyatakan bahwa langkah Polri sejalan dengan ketentuan hukum seperti Pasal 30 Ayat (4) UUD 1945, Pasal 13 dan 14 Ayat (1) UU Polri Nomor 2/2002, UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan Peraturan Kapolri (Perkap) 17/2009 tentang manajemen penanggulangan bencana.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 19.00
Menkes Ungkap Bahaya Abu Vulkanik Bagi Tubuh: Jangan Keluar Rumah
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 18.56
Polri Dianggap Konsisten dalam Tangani Setiap Bencana
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.33
Anak Krakatau Muncul di Permukaan Laut Hampir 100 Tahun, Ini Jejaknya
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 07.15
Erupsi Anak Krakatau Tak Bisa Diremehkan, Sejarah Kelamnya Pernah Bikin Geger Dunia
Berita terkait
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Bekasi, Polisi Bagikan Masker
Detik.com · 6 September 2026 pukul 20.42
Daftar 4 Gunung Api Indonesia yang Erupsi di Hari yang Sama, Magma Terhubung?
JawaPos · 6 September 2026 pukul 15.30
Abu Anak Krakatau Ganggu Warga, BNPB Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 12.35
FOTO: Warga Banten Keluhkan Mata Perih Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.35