Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di industri garmen Jawa Barat, termasuk di PT Namnam Cimahi, mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Saat ditemui di Kantor BKPSDM Jawa Barat pada Selasa (4/8/2026), Dedi menjelaskan bahwa industri garmen merupakan sektor padat karya yang selalu bermasalah karena sangat bergantung pada biaya tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan dalam sektor ini kerap memindahkan operasional ke daerah yang menawarkan biaya produksi lebih rendah.
Menurut Dedi, ketika perusahaan mencapai titik impas (break-even point) dan menemukan lokasi lain dengan biaya tenaga kerja yang lebih murah, relokasi menjadi pilihan yang lazim. Ia membandingkan dengan industri padat modal yang cenderung membangun investasi jangka panjang di satu lokasi, berbeda dengan industri padat karya yang tidak membuat perusahaan permanen. Ditegaskan bahwa dalam siklus puluhan tahun, industri seperti garmen pasti akan menutup.
Meski menghadapi tantangan ini, Dedi Mulyadi menekankan bahwa peluang kerja di Jawa Barat masih terbuka lebar. Pertumbuhan kawasan industri di sejumlah daerah telah membuka kebutuhan tenaga kerja baru dalam jumlah besar, memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak PHK.
Bagikan
Berita terkait
Dedi Mulyadi Bongkar Penyebab PHK Massal Garmen di Cimahi
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 19.00
KDM Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan, Upacara HUT RI Digelar di Gedung Sate
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 12.59
Pertama Kali Upacara 17 Agustus di Gedung Sate, Dimeriahkan Defile Pasukan Elite
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 12.01
Banyak Rutilahu di Jabar, Dedi Mulyadi: Warga Bisa Ajukan Perbaikan Gratis
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 20.07