Defisit Transaksi Berjalan Tembus $12,5 M, Ekonomi RI Baik-Baik Saja?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Defisit transaksi berjalan Indonesia melonjak drastis pada kuartal II-2026 hingga mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% dari PDB, dibandingkan hanya US$3,6 miliar atau 0,97% PDB pada kuartal I-2026. Lonjakan ini terutama dipicu oleh pelebaran defisit perdagangan migas akibat meningkatnya impor minyak dengan harga yang tinggi, penyempitan surplus perdagangan non-migas, dan pembengkakan defisit pendapatan primer. Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro, tekanan pada transaksi berjalan ini dianggap bersifat sementara dan dapat tertutupi oleh perbaikan signifikan pada transaksi modal dan keuangan, yang mencatatkan surplus US$12 miliar pada kuartal II-2026 setelah sebelumnya defisit US$4,8 miliar pada kuartal I-2026.
Surplus transaksi modal dan keuangan ini didorong oleh aliran investasi langsung yang lebih besar, portofolio yang meningkat, dan imbal hasil domestik yang kompetitif. Asmoro berpendapat defisit transaksi berjalan cenderung akan menyempit ke depan mendukung pemulihan ekspor global dan dampak positif penurunan tarif AS. Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Faisal Rachman dari Bank Permata yang memperkirakan CAD akan terus membesar hingga 2,5-3% dari PDB pada 2026. Proyeksi ini didasari ekspektasi peningkatan impor akibat kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah, melemahnya permintaan ekspor global, dan ketegangan geopolitik yang menyebabkan sentimen risk-off di pasar keuangan global.
Faisal menekankan bahwa tekanan eksternal seperti ketegangan perdagangan global dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi risiko utama bagi stabilitas CAD. Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap defisit ganda (twin deficits) semakin meningkat. Untuk jangka menengah hingga panjang, keberlanjutan aliran modal akan sangat bergantung pada keberhasilan implementasi reformasi struktural yang dapat memperkuat fundamental ekonomi dan meningkatkan keyakinan investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 12.56
Defisit Transaksi Berjalan RI Capai USD 12,5 Miliar, 3,3 Persen dari PDB
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 12.20
Defisit Transaksi Berjalan RI Melebar Jadi US$3,6 Miliar di Kuartal II
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 11.10
BI: Neraca pembayaran triwulan II 2026 defisit 0,9 miliar dolar AS
Berita terkait
Calon Bos BI Destry Buka Suara Soal Defisit Transaksi Berjalan Bengkak
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.45
Suahasil Sebut Ekonomi RI Cukup Baik: Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.17
BI Catat Modal Asing Masuk US$400 Juta di Tengah Gejolak Global
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 13.02
Menkeu Suahasil Ungkap Rp140,7 Triliun Modal Asing Masuk RI Lewat SBN dan SRBI
SINDOnews · 23 September 2026 pukul 17.29