Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Calon Bos BI Destry Buka Suara Soal Defisit Transaksi Berjalan Bengkak

Calon Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyoroti rekor defisit transaksi berjalan (current account deficit) yang mencapai US$12,5 miliar atau 3,3% dari PDB pada kuartal II-2026. Ini meningkat drastis dari US$3,6 miliar atau 1,0% PDB pada kuartal sebelumnya. Defisit ini menjadi tertinggi sejak kuartal IV-2018 dan terbesar secara nominal sejak data tersedia pada kuartal I-2004. Rekor sebelumnya tercatat pada kuartal II-2013 dengan defisit US$10,13 miliar.

Pelebaran defisit ini didorong penurunan surplus neraca barang dari US$8,21 miliar pada kuartal I-2026 menjadi hanya US$1,32 miliar, penurunan sebesar US$6,89 miliar atau 83,92%. Penurunan ini menyumbang 77,31% dari total pelebaran defisit. Selain itu, defisit jasa juga mencapai rekor terbaru sebesar US$5,89 miliar, naik US$1,5 miliar dari kuartal sebelumnya, dan menyumbang 16,86% dari pelebaran defisit.

Destry menekankan tantangan jangka panjang terkait sektor eksternal dan neraca pembayaran. Ia menyatakan pentingnya meningkatkan ekspor barang dan jasa untuk mengatasi defisit, terutama karena neraca jasa selalu mencatat defisit sehingga menambah tekanan pada current account deficit.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait