Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Defisit Transaksi Berjalan Tembus 3,3%, Ekonomi Indonesia Baik-baik Saja?

Defisit transaksi berjalan Indonesia mencapai 3,3% pada kuartal II 2026, didorong penyusutan surplus neraca perdagangan barang dan meningkatnya defisit neraca jasa serta pendapatan primer. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan bahwa perkecilnya surplus perdagangan membuat current account deficit semakin tertekan, sekaligus meningkatnya pembayaran dividen dan repatriasi pendapatan ke luar negeri memperlebar defisit tersebut.

Andry menekankan pentingnya dukungan dari surplus neraca finansial melalui alirannya investasi langsung dan portofolio ke pasar saham dan obligasi. Arus modal masuk ini dianggap krusial untuk menyeimbangkan tekanan eksternal dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Tanpa surplus finansial yang memadai, lanjut Andry, defisit transaksi berjalan yang terus melebar berisiko menambah tekanan pada keseimbangan eksternal ekonomi Indonesia.

Berita terkait