Demi Bisa Menyeberang, Warga Tegal Alur Jakbar Patungan Bikin Jembatan Bambu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga di Gang Perkutut, Tegal Alur, Jakarta Barat, membuat jembatan bambu secara swadaya sebagai akses sementara menyeberangi Kali Semongol setelah jembatan sebelumnya dibongkar untuk pekerjaan kendaraan alat berat. Jembatan bambu ini sudah dibuat sebanyak tiga kali karena rusak dan terbawa banjir. Biaya pembuatan ditanggung oleh iuran warga secara sukarela. Saat ini, jembatan hanya bisa digunakan pejalan kaki secara bergantian, belum dapat dilintasi kendaraan seperti sepeda motor. Warga, termasuk Ros yang inisiatif pertama, berharap akses ini segera diperbaiki agar bisa digunakan kembali oleh kendaraan ringan.
Konten kreator Bang Ijoel menyoroti kondisi jembatan yang dianggap berisiko, terutama bagi anak-anak dan orang tua. Ia meminta perbaikan jembatan dan kejelasan mengenai proyek pekerjaan saluran yang sedang berlangsung. Anggota LMK 02 Fahmi menjelaskan bahwa pembongkaran jembatan dilakukan untuk memudahkan pekerjaan saluran yang dilakukan secara bertahap oleh Sumber Daya Air (SDA). Warga telah sepakat membuat jembatan sementara swadaya hingga pekerjaan selesai.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Gias Kumari Putra, mendatangi lokasi dan menilai jembatan bambu tidak layak digunakan. Ia meminta pihak SDA dan Adhi Karya untuk mempercepat solusi akses penyeberangan. Gias menargetkan, dalam waktu sekitar satu bulan, pekerjaan perbaikan atau pembangunan jembatan sementara yang lebih layak dapat dilaksanakan. Pihak SDA sebelumnya menyatakan akan membangun jembatan permanen setelah pekerjaan turap baja (sheet pile) selesai.
Bagikan
Berita terkait
Pemkab Aceh Tengah Kebut Pulihkan Infrastruktur, Fokus Akses Warga
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.39
Polisi: Ditemukan 3 Plastik Klip Bekas Sabu dari Penangkapan Artis Revaldo
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 17.30
Prabowo Targetkan Penanganan Kebakaran Hutan Tuntas dalam Dua Pekan
Liputan6.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.28
Bupati Gowa Copot 16 Pejabat Diduga Imbas Hak Angket, Kepala BKN: Sedang Kita Cermati
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 17.28