Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Dewan Profesor Atma Jaya dan Komdigi Soroti Tantangan AI bagi Jurnalisme

Dewan Profesor Unika Atma Jaya dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyoroti tantangan AI bagi jurnalisme dalam diskusi bertema 'Artificial Intelligence dan Mediatisasi'. Nezar menjelaskan bahwa kontrol informasi semakin beralih dari ruang redaksi ke algoritma platform digital, menciptakan fenomena echo chamber dan filter bubble di mana pengguna hanya menerima konten sesuai preferensi sebelumnya. Hal ini berpotensi memengaruhi persepsi publik dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik melalui pembentukan narasi yang melekat dalam ingatan publik.

Rosdiana Sijabat menambahkan bahwa algoritma tidak hanya mendistribusikan informasi tetapi juga membentuk persepsi publik, berkembang menjadi cognitive war. AI dapat mengolah data menjadi tulisan namun tidak menggantikan proses verifikasi jurnalistik. Ancaman data poisoning dan konten palsu berbasis AI menjadi perhatian serius. Rosdiana menekankan pentingnya literasi digital dan verifikasi informasi oleh masyarakat.

Pemerintah menyiapkan instrumen regulasi termasuk pedoman etika AI, penerapan AI dalam jurnalistik, dan peta jalan AI nasional selama lima tahun. Tujuannya adalah menjaga integritas informasi dan melindungi masyarakat dari misinformasi. Rektor Yuda Turana memperingatkan dampak cognitive offloading pada generasi muda, sementara IBM memperkenalkan solusi AI untuk meningkatkan produktivitas jurnalis tanpa mengorbankan etika.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait