Di Tengah Rumor Hubungan Retak, Presiden Iran Sampaikan Pernyataan Mengejutkan soal Mojtaba Khamenei
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei di tengah rumor keretakan kepemimpinan. Mojtaba (56) terluka dalam serangan AS dan Israel pada 28 Februari dan belum tampil publik sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan yang sama. Pezeshkian mengakui komunikasi dengan Mojtaba sangat sulit saat ini, namun menegaskan kehadirannya tetap menjadi sumber kekuatan bagi Iran.
Mojtaba berkomunikasi melalui pernyataan tertulis dan tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya bulan lalu. Sikapnya yang tidak menonjol di tengah konflik dengan AS memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan pejabat tinggi lainnya. Pezeshkian membela pemimpinnya tersebut, menyatakan telah mengadakan pertemuan produktif dan disambut dengan kebaikan serta logika yang masuk akal.
Pernyataan ini muncul di tengah rumor bahwa Mojtaba mengeluarkan ultimatum terakhir kepada Pezeshkian dan mendukung Komandan IRGC Ahmad Vahidi dalam keputusan penting terkait negosiasi dan konflik. Pezeshkian menilai situasi saat ini memungkinkan pihak berniat buruk menggambarkan Mojtaba secara keliru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 13.27
Presiden Iran Ungkap Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei 'Sangat Sulit'
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.00
Iran Beri Ultimatum ke Negara Arab: Berani Bantu AS, Teluk Terbakar!
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 14.46
Presiden Iran Tegaskan Tak Ingin Perang Meluas
Berita terkait
Senator AS Sebut Trump Kalah dalam Perang Lawan Iran
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 11.34
Iran Rilis Video Mojtaba Khamenei, Kondisinya Sehat dan Tidak Ada Cedera
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 01.10
Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran: Doha Harus Izinkan Tim Pencari Fakta
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 02.20
Iran Akan Gelar Peringatan 40 Hari Pemakaman Ayatollah Khamenei
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 01.10