Senator AS Sebut Trump Kalah dalam Perang Lawan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Senator AS Chris Murphy mengkritik keras Presiden Donald Trump, menyebut Trump kalah dalam perang melawan Iran. Murphy menilai konflik yang terus berlanjut justru melemahkan AS dan memperkuat Iran. Kritik ini disampaikan menyusul laporan Wall Street Journal bahwa Trump mempertimbangkan langkah yang dianggap sebagai pengakuan kekalahan atas tujuan militer utama AS, yaitu memusnahkan material nuklir Iran dan membatasi kemampuan pengayaan uranium Teheran. Trump bahkan disebut berencana menerima kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa menyelesaikan masalah nuklir Iran.
Murphy, senator dari Connecticut dari Partai Demokrat, menyatakan akan mendukung 'kesepakatan yang buruk' demi mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Menurutnya, biaya pembukaan jalur perairan strategis itu terus meningkat karena perundingan damai buntu. Pejabat Iran menuntut pembayaran ganti rugi, pencabutan sanksi, dan penghentian operasi militer AS. Murphy menegaskan perang harus diakhiri karena setiap hari konflik berlanjut, AS semakin lemah, Iran semakin kuat, dan masyarakat AS dirugikan akibat harga-harga yang melonjak. Dia akan menentang pendanaan untuk melanjutkan perang, tetapi mendukung pengisian kembali persediaan amunisi AS setelah konflik berakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 09.44
Trump Klaim AS Pegang Kendali Penuh atas Selat Hormuz
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 08.51
Trump Kembali Tekan The Fed, Sejauh Mana Presiden AS Bisa Intervensi Bank Sentral?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 15.29
Diancam Dihabisi Iran, Trump Ngumpet di Truk Katering Bandara saat Kabur dari Turki
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 08.21
Diminta Membayar, Trump Malah Tuntut Kompensasi Balik dari Iran
Berita terkait
Kepala Dewan Keamanan Rezaei: Iran Sudah Kirim Syarat-syaratnya, Trump Tak Bisa Ambil Keputusan
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 13.31
Brigade Hizbullah Irak Ancam Gulingkan Pemerintahan al-Zaidi
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 20.32
Presiden Iran Bantah Tuduhan soal Rencana Pembunuhan Trump
Detik.com · 28 September 2026 pukul 09.30
Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Langsung Terbang
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.01