Diawasi Presiden, Taiwan Gelar Latihan Perang untuk Tangkis Serangan China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Taiwan Lai Ching-te secara langsung mengawasi latihan militer tahunan Han Kuang yang berlangsung selama 10 hari, termasuk simulasi serangan menggunakan drone tempur rendah untuk menangkis ancaman serangan dari China. Latihan ini dilaksanakan di pangkalan angkatan laut di Kaohsiung dan bertujuan menguji kesiapan militer Taiwan dalam menghadapi potensi invasi. Lai menekankan pentingnya koordinasi komando, respons tempur, dan kemampuan pertahanan dengan menggunakan pasukan, medan, dan peralatan sungguhan. Pemerintah Taiwan juga menegaskan komitmen memperkuat pertahanan nasional dan memberikan dukungan penuh kepada militer serta Penjaga Pantai. China yang secara resmi mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkatkan tekanan militer dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penggunaan jet tempur dan kapal perang hampir setiap hari di sekitar pulau tersebut. Aktivitas zona abu-abunya juga semakin sering dilakukan oleh otoritas penjaga pantai China di sekitar Taiwan dan pulau-pulau terdekatnya. Pada hari Rabu, puluhan pasukan cadangan Taiwan juga dikerahkan di sepanjang pantai Selat Taiwan untuk berlatih menembakkan senapan serbu terhadap sasaran simulasi pendaratan pasukan asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 22.00
Presiden Ini Mendadak Dievakuasi Tengah Malam, Ada Apa?
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 09.09
China Bersiap Menyerang, Taiwan Siapkan 'Neraka Drone'
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 21.30
Taiwan Siapkan 'Neraka Drone' untuk Gagalkan Invasi China
Berita terkait
Latihan Perang, Presiden Taiwan Dievakuasi dengan Kendaraan Lapis Baja
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.29
Bersiap Hadapi Invasi China, Taiwan Gelar Latihan Perang Terbesar
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.48
Apa Itu Passex? Latihan Gabungan Kapal Perang Indonesia dan China yang Bikin Taiwan Marah
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 11.40
TNI AL jelaskan latihan dengan China di timur Taiwan
ANTARA News · 12 Agustus 2026 pukul 17.33