Dirjen Teguh: NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menyatakan bahwa administrasi kependudukan Indonesia kini menjadi fondasi utama pemerintahan digital, bukan sekadar layanan pencatatan biasa. NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD) telah berkembang menjadi identitas digital nasional yang menopang transformasi digital pemerintahan. Pernyataan ini disampaikan menjelang Rakornas Dukcapil 2026 yang akan digelar pada 3-4 Agustus 2026 di Jakarta. Rakornas mengusung tema "NIK dan IKD sebagai Fondasi Digital Public Infrastructure dalam Mendukung Transformasi Digital Pemerintah." Teguh menjelaskan bahwa dalam konsep Digital Public Infrastructure (DPI), identitas digital menjadi elemen utama yang memungkinkan berbagai layanan pemerintah saling terhubung secara aman, cepat, dan efisien. Rakornas tahun ini bertujuan menjadi momentum konsolidasi arah kebijakan nasional dengan mempertemukan pemerintah pusat, daerah, serta kementerian dan lembaga untuk menyatukan langkah membangun ekosistem layanan publik digital. Penguatan kualitas data kependudukan, NIK, dan IKD menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan transformasi digital nasional.
Bagikan
Berita terkait
Layanan IKD Hadir di FEKDI dan IFSE 2026, Dukcapil Layani 201 Aktivasi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 19.51
Data Lebih Akurat, Layanan JKN Makin Andal Lewat Sinergi BPJS Kesehatan dan Dukcapil
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.15
Terhubung, Dukcapil-BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Hak Perlinsos Tepat Sasaran
kumparan · 28 September 2026 pukul 10.45
Warga Tak Perlu Fotokopi KTP Lagi, NIK Bakal Jadi Identitas Tunggal
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 14.36