Dirut MIND ID Ungkap Emas Bisa Jadi Aset Strategis Cadangan Devisa RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menyatakan bahwa emas sebaiknya menjadi prioritas utama dalam pengembangan perekonomian dalam negeri. Sebagai komoditas strategis, emas tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi aset cadangan devisa negara dan mendukung kebijakan Bank Indonesia. Maroef menyoroti bahwa banyak tambang rakyat di Indonesia kesulitan masuk ke rantai pasok formal dan tidak memenuhi standar pemurnian LBMA, sehingga mengurangi penerimaan negara.
Maroef mengungkapkan bahwa sejak awal kepemimpinannya di MIND ID, ia menyadari banyak sumber daya alam (SDA) di Indonesia yang tidak optimal dimanfaatkan oleh BUMN. Ia menyoroti adanya BUMN asing yang lebih unggul dalam teknologi dan pemanfaatan SDA, sementara BUMN Indonesia kadang-kadang hanya hadir secara formal tanpa memberikan manfaat nyata bagi negara. Untakutnya, pemerintah telah mengambil langkah untuk mengintegrasikan perusahaan seperti Timah dan menyerap sebagian nikel ke dalam rantai lokal.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan agar kekayaan alam Indonesia tidak hanya dimonopoli oleh pihak luar, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pembangunan nasional dan peningkatan cadangan devisa negara.
Bagikan
Berita terkait
Komisi XII DPR Dorong Penguatan Produksi dan Hilirisasi Emas
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 00.03
Bukan Sekadar Naik, Ini Cerita di Balik Laba Pegadaian Rp 6,59 Triliun
Detik.com · 17 September 2026 pukul 22.00
Cadangan Emas Pongkor Menipis, DPR Peringatkan Antam Tak Sekadar Jadi 'Trader'
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.10
Antam Proyeksi Penjualan Emas Turun Imbas Kewajiban Lapor Data ke DJP
kumparan · 15 September 2026 pukul 19.30