Dirut PTBA Beberkan Tantangan Industri Batu Bara Saat Dunia Bergejolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bukit Asam (PTBA) mencatat laba Rp2,65 triliun pada semester I 2026, meningkat 215% dibandingkan tahun sebelumnya. Direktur Utama Bambang Ismawan menjelaskan tiga faktor utama tantangan biaya: harga BBM yang tidak dapat dikendalikan, serta stripping ratio dan pengelolaan overburden yang dikelola dengan baik melalui perencanaan jangka panjang. Permintaan batu bara tinggi dan harga global meningkat (Newcastle Index naik 25%, ICI 3 naik 15%) mendorong peningkatan ASP 10% dan margin laba bersih. PTBA menjual 21,1 juta ton dengan ekspor 10,33 juta ton, sementara domestik menyumbang 51% penjualan.
Bagikan
Berita terkait
Laba PT Bukit Asam Melejit 218 Persen Jadi Rp 2,65 Triliun pada Semester I 2026
kumparan · 8 September 2026 pukul 08.15
Laba Bersih Melejit 218% di H1-2026, Dirkeu PTBA Beberkan Pemicunya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.00
Proyek Kereta Batu Bara PTBA Tj Enim-Kramasan 93% Rampung
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.00
Efisiensi Angkat Kinerja PTBA, Laba Semester I 2026 Melonjak 215% Jadi Rp2,64 T
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.30