Disiplin Fiskal, Prabowo Hentikan Pengadaan Barang tanpa Koordinasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya disiplin fiskal dalam penggunaan APBN, khususnya pada proses pengadaan barang. Ia menginstruksikan agar pengadaan barang serupa yang dilakukan secara terpisah oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dihentikan demi menghindari duplikasi dan meningkatkan efisiensi. Menurut data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), konsolidasi pengadaan di tingkat pemerintah daerah telah berhasil menghasilkan efisiensi sebesar 20,86 persen pada 2025 dan meningkat ke 25,43 persen pada 2026. Pemerintah berencana memperluas mekanisme ini secara nasional.
Dengan total belanja pengadaan mencapai sekitar Rp1.200 triliun, penerapan konsolidasi, katalog elektronik, dan perencanaan berbasis data diproyeksikan mampu menghasilkan efisiensi hingga 30 persen, setara dengan Rp360 triliun. Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan memperkuat LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah yang bertugas mengoordinasikan kebutuhan instansi, standardisasi spesifikasi, dan penyatuan volume. Digitalisasi juga menjadi pilar utama agar proses pengadaan transparan, kompetitif, dan akuntabel.
Setiap rupiah yang dihemat diharapkan dapat dialihkan untuk kepentingan langsung masyarakat, seperti pembangunan ruang kelas, puskesmas, rumah sakit, dan peningkatan kualitas hidup. Hal ini menjadi penting mengingat tekanan fiskal akibat utang yang mencapai Rp8.000 triliun dan fluktuasi harga minyak serta melemahnya rupiah yang mempengaruhi APBN 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.31
Pemerintah percepat pengadaan 2027 dengan mendahului tahun anggaran
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.14
Prabowo Sentil K/L-Pemda Beli Barang Sama Harga Beda: Tak Masuk Akal
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.13
Prabowo Mau Tingkatkan LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah
Berita terkait
Suahasil Lapor ke Prabowo: RAPBN 2027 Rampung, Belanja RP 4.100 T
kumparan · 30 September 2026 pukul 20.15
DEN: Stabilitas makro jadi fondasi RI tarik investasi
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 14.46
Anggaran Subsidi Energi 2027 Dipangkas Jadi Rp 261,5 Triliun
kumparan · 29 September 2026 pukul 14.01
Defisit APBN 2027 Ditetapkan 2,4% PDB, Banggar DPR Minta Efektivitas Belanja Dijaga
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.29