DKJ Petakan Ekosistem Tari Jakarta, Soroti Pendanaan, Ruang, dan Regenerasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9358412/original/045443400_1790339581-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_7.08.34_PM.jpeg)
Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Ekologi Kebertahanan: Dana, Ruang, dan Regenerasi dalam Ekosistem Tari Jakarta dan Sekitarnya" pada Rabu (23/9/2026) di Ruang Akademi Jakarta. Acara ini menghadirkan 43 peserta yang meliputi pelaku seni tari, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas tiga isu utama: akses pendanaan, ketersediaan ruang latihan dan pentas, serta skema regenerasi pelaku seni. FGD ini merupakan bagian dari strategi tahunan DKJ dengan tema "Postchoreography: Membayangkan Kembali Koreografi sebagai Tubuh, Praktik, dan Ekologi" yang mengartikan koreografi sebagai sistem relasi melampaui batas disiplin. Hasil diskusi diproyeksikan menjadi rekomendasi kebijakan publik dan akan dikompilasi dalam platform Telisik Tari untuk memperkuat infrastruktur budaya dan jejaring pengetahuan ekosistem tari Jakarta.
Bagikan
Berita terkait
Israel Gunakan AI DeepTech untuk Mengatasi Lembah Kematian
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.25
Ini Fungsi Penting Ada Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.30
Pemerintah Mau Badan Pengelola Dana Jalan Tol untuk Biayai Ruas Kurang Laku
Detik.com · 24 September 2026 pukul 17.23
Siloam akuisisi 14 aset RS senilai Rp6,9 triliun jadi milik sendiri
ANTARA News · 22 September 2026 pukul 20.37