Abu Vulkanik dan Ancaman Kesehatan yang Tidak Boleh Diabaikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan Gunung Anak Krakatau menyebabkan banyak warga Jabodetabek mengalami mata perih, kulit gatal, dan sesak napas akibat paparan abu vulkanik. Abu vulkanik mengandung partikel yang dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. Meskipun gejala muncul langsung, gangguan pernapasan bawah dapat terjadi kemudian dalam 1-2 minggu setelah paparan akibat partikel menyebabkan peradangan. Abu vulkanik juga berpotensi mengandung silika yang berbahaya jika terhirup secara berkelanjutan, yang dapat memicu silikosis. Warga yang mengalami gejala parah seperti batuk berat, demam, atau sesak napas harus memeriksakan diri ke dokter.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.35
Pemkot Tangerang Imbau Warga Waspada Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 17.07
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Kenneth DPRD DKI Imbau Warga Jakarta Tak Panik tapi Tetap Waspada
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 16.38
Resmi, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Terapkan PJJ Antisipasi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Warga Sesak Nafas Akibat Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.48
Sekolah Bakal PJJ Imbas Abu Anak Krakatau? Ini Kata Bakom RI
Detik.com · 6 September 2026 pukul 15.54
Waspada, Ini Karakteristik Abu Vulkanik Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 15.22
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Berikut Daftar Lengkapnya
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 15.00