Dongkrak Penerimaan Pajak, Purbaya Kejar Penunggak dan Sumbat Kebocoran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi pemerintah dalam meningkatkan penerimaan pajak nasional yang saat ini mencatatkan pertumbuhan 24%. Kementerian Keuangan berfokus pada penyumbatan kebocoran dan manipulasi pajak melalui ekstensifikasi, tanpa menaikkan tarif perpajakan. Peningkatan ini didukung oleh pemulihan aktivitas ekonomi domestik pasca-perlambatan di tahun 2025, di mana pertumbuhan pajak sempat negatif beberapa persen akibat perlambatan ekonomi.
Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas kebocoran dan manipulasi pajak, serta mengaktifkan penagihan aktif terhadap entitas bisnis yang belum menyetorkan kewajibannya, termasuk merespons laporan masyarakat mengenai dugaan penunggakan pada industri tertentu seperti perusahaan baja. Lebih dari separuh kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak di seluruh Indonesia akan dikerahkan untuk mendukung upaya penagihan intensif ini.
Meski mengambil langkah tegas terhadap penunggak pajak, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak maupun mengintimidasi wajib pajak yang sudah patuh. Skema ekstensifikasi menjadi kunci strategi, yakni memastikan entitas usaha yang sebelumnya belum terjangkau kini membayar pajak secara adil sesuai aturan yang berlaku.
Bagikan
Berita terkait
Suahasil ke Pegawai Pajak & Bea Cukai: Pengawasan Semakin Tajam!
Detik.com · 22 September 2026 pukul 06.25
Anak Buah Purbaya Proses Puluhan Perusahaan Baja Pengemplang Pajak
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 20.43
Purbaya: Coretax Turut Dongkrak Penerimaan Pajak 24,6% ke Rp1.035,7 T
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 19.24
Perluasan basis pajak dongkrak pemasukan di Bali tembus Rp11,2 triliun
ANTARA News · 27 September 2026 pukul 11.03