Anak Buah Purbaya Proses Puluhan Perusahaan Baja Pengemplang Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anak buah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, memproses 38 dari sekitar 40 perusahaan baja yang diduga melakukan pengemplangan pajak. Perusahaan-perusahaan ini terkait dengan pengelolaan baja scrap atau baja bekas. Status pemeriksaan beragam, mulai dari bukti permulaan, case building, pengawasan, hingga pemeriksaan pajak. Bimo belum dapat memperkirakan potensi penerimaan negara karena proses mas masih berlangsung.
Dalam penanganan kasus ini, pihak Kementerang Keuangan menerapkan prinsip ultimum remedium, yang memberi kesempatan kepada perusahaan untuk melunasi kewajiban pajak beserta denda administrasi agar tidak perlu dilanjutkan ke ranah pidana. Bimo menekankan bahwa sanksi pidana dapat mencapai 4 kali lipat dibandingkan denda administrasi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan potensi penerimaan pajak dari 40 perusahaan baja yang sedang ditelusuri mencapai Rp4 triliun hingga Rp5 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari ekstensifikasi perpajakan untuk memperluas basis penerimaan. Pajak yang dituju meliputi PPh, PPN, dan kewajiban terkait impor. Purbaya juga menyatakan adanya persoalan dalam sejumlah kegiatan impor yang belum ditangani secara serius.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 September 2026 pukul 18.15
38 Perusahaan Baja Kemplang Pajak Mulai Diperiksa!
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.27
Puluhan Perusahaan Baja Kemplang Pajak, Kemenperin Minta Industri Patuh
Berita terkait
40 Perusahaan Baja Ngemplang Pajak, Purbaya Ungkap Modusnya
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 11.20
40 Perusahaan Baja Masuk Radar Purbaya, Diduga Rugikan Negara Rp5 T
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 19.50
Dongkrak Penerimaan Pajak, Purbaya Kejar Penunggak dan Sumbat Kebocoran
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 22.11
Terungkap Modus 40 Perusahaan Baja Kemplang Pajak
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.00