Dosen UNEJ Dokumentasikan Gamelan Mulut Nelayan Panarukan, Kini Tersisa 8 Pemain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dosen Universitas Jember (UNEJ), Panakajaya Hidayatullah, mendokumentasikan tradisi gamelan mulut bernama tabbhuw’ân colo’ yang berkembang di kalangan masyarakat nelayan Madura di Panarukan, Kabupaten Situbondo. Tradisi ini, yang berarti "tabuhan mulut", melibatkan para lelaki sepuh yang menggunakan mulut untuk menirukan bunyi gamelan seperti bonang, kendang, gong, dan instrumen lainnya tanpa alat musik fisik. Dokumentasi ini menjadi kajian ilmiah pertama yang secara khusus membahas tradisi tersebut. Tradisi ini berakar dari migrasi masyarakat Madura ke Panarukan pada era 1930–1940-an, di mana para nelayan yang juga penggemar seni ketoprak Madura mengembangkan pengetahuan musik gamelan dalam kehidupan sehari-hari mereka di laut. Saat ini, hanya tersisa delapan pemain yang masih mempertahankan tradisi ini, dengan masing-masing pemain dapat memerankan tiga hingga lima instrumen sekaligus. Akibat penurunan jumlah pemain dan minat generasi muda, tabbhuw’ân colo’ berada di ambang kepunahan.
Bagikan
Berita terkait
Pandi Kembangkan Domain Beraksara Jawi, Bawa Warisan Nusantara ke Internet
Detik.com · 27 September 2026 pukul 20.49
RI, Singapura, Malaysia, Brunei Tiba-Tiba Kompak Usulkan Ini ke Unesco
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 17.30
Jejak Karya Legendaris Guruh Soekarnoputra, dari Guruh Gipsy hingga Magisnya Swara Maharddhika
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 10.07
Kiprah Panjang Guruh Sukarnoputra di Dunia Seni: Musisi Hingga Aktor
Detik.com · 26 September 2026 pukul 08.42