Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Dosen UNEJ Dokumentasikan Gamelan Mulut Nelayan Panarukan, Kini Tersisa 8 Pemain

Dosen Universitas Jember (UNEJ), Panakajaya Hidayatullah, mendokumentasikan tradisi gamelan mulut bernama tabbhuw’ân colo’ yang berkembang di kalangan masyarakat nelayan Madura di Panarukan, Kabupaten Situbondo. Tradisi ini, yang berarti "tabuhan mulut", melibatkan para lelaki sepuh yang menggunakan mulut untuk menirukan bunyi gamelan seperti bonang, kendang, gong, dan instrumen lainnya tanpa alat musik fisik. Dokumentasi ini menjadi kajian ilmiah pertama yang secara khusus membahas tradisi tersebut. Tradisi ini berakar dari migrasi masyarakat Madura ke Panarukan pada era 1930–1940-an, di mana para nelayan yang juga penggemar seni ketoprak Madura mengembangkan pengetahuan musik gamelan dalam kehidupan sehari-hari mereka di laut. Saat ini, hanya tersisa delapan pemain yang masih mempertahankan tradisi ini, dengan masing-masing pemain dapat memerankan tiga hingga lima instrumen sekaligus. Akibat penurunan jumlah pemain dan minat generasi muda, tabbhuw’ân colo’ berada di ambang kepunahan.

Berita terkait