Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

DPR Minta Fakta Polisi Tewas di Asrama Brimob Diungkap

Sebuah kasus dugaan penganiayaan yang berujung tewasnya seorang anggota Polri, diduga melibatkan prajurit TNI, terjadi di Asrama Brimob, Jalan KS Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat, 31 Juli 2026. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Palmerah dan kemudian ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat. Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, meminta pimpinan TNI dan Polri untuk berkoordinasi erat guna menyelesaikan kasus ini secara transparan dan tegas. Ia menekankan bahwa jika terbukti ada tindak pidana, siapa pun pelakunya harus dihukum sesuai hukum, tanpa ada perlindungan bagi siapa pun. Kasus ini juga harus terus dipantau agar proses hukumnya berjalan objektif dan tidak memicu gesekan yang lebih luas.

Mabes TNI melalui Kasubpamen, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyatakan bahwa TNI menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Nas menegaskan bahwa perkara ini masih dalam tahap penyidikan, sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Jika nanti terbukti ada anggota TNI yang terlibat, penanganannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sahroni menambahkan bahwa insiden ini tidak boleh digeneralisasi sebagai cerminan hubungan TNI dan Polri secara keseluruhan, karena yang diduga terlibat hanyalah oknum. Ia meyakini soliditas kedua institusi tetap kuat dan harus dijaga dengan mengusut kasus ini secara terbuka dan profesional.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan gesekan antar-institusi keamanan, namun pihak DPR dan TNI menekankan komitmen untuk menyelesaikan kasus secara hukum dan transparan. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya koordinasi antara TNI dan Polri dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan disiplin internal. Sehingga diharapkan penyelidikan dapat memberikan fakta yang jelas dan adil bagi semua pihak yang terlibat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait