DPRD Depok Bongkar Temuan di Puskesmas Tapos Usai Insiden Ibu Hamil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9363498/original/097213000_1790869107-20261001_130533.jpg)
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok memeriksa UPTD Puskesmas Tapos setelah seorang ibu hamil kehilangan bayinya dan rahimnya rusak. Menurut Siswanto, Sekretaris Komisi D, puskesmas diduga memberikan rujukan ke hanya satu rumah sakit tanpa menyediakan opsi alternatif sesuai Permenkes. Selain itu, ditemukan keluhan terkait profesionalitas petugas, termasuk seorang bidan yang dibawa anaknya dan bermain di area persalinan, yang dianggap mengganggu proses penanganan pasien.
Korban, seorang ibu hamil 31 tahun bernama IN dari Kusmoyo, dirujuk ke rumah sakit pada 23 September 2026 pukul 01.05 WIB setelah mendapatkan pelayanan di Puskesmas Tapos sejak pukul 14.30 WIB. Sayangnya, bayinya tidak selamat dan rahimnya harus diangkat secara darurat. Kusmoyo menduga kelalaian medis menyebabkan kematian bayi dan komplikasi serius pada ibunya.
DPRD Kota Depok akan meminta keterangan dari rumah sakit dan dokter konsultasi terkait insiden ini. Selain itu, pihal akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas dan layanan puskesmas di seluruh Kota Depok untuk mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Nestapa Ibu Hamil Kehilangan Bayi dan Rahim, Diduga Ada Kelalaian Petugas
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 22.41
Menu MBG Penyebab Keracunan Massal di Sidoarjo Positif Terkontaminasi Bakteri
Detik.com · 11 September 2026 pukul 10.05
Musim Hujan 2026 Tiba, Actifed Gandeng 100 Apoteker Perkuat Edukasi Swamedikasi Batuk dan Pilek
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.44
Peneliti Prasmul Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Jantung
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.09