DPRD Soroti BPR Kota Bandung Rugi Rp70 Miliar, Dorong Evaluasi Total
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

DPRD Kota Bandung melalui Pansus 18 menyoroti rencana penambahan modal untuk Perseroda BPR Kota Bandung yang masih mencatatkan kerugian kumulatif sekitar Rp70 miliar. Berdasarkan laporan keuangan periode 2023-2024, kinerja BUMD tersebut dinilai belum menunjukkan perbaikan. Oleh karena itu, legislatif menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh sebelum pemerintah daerah kembali mengucurkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Legislatif mengidentifikasi tiga masalah utama yang membelit BPR Kota Bandung, yakni tingginya angka kredit macet, lemahnya penerapan prinsip kehati-hatian, dan potensi ketidakpatuhan terhadap regulasi, termasuk temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). DPRD menekankan bahwa suntikan modal bukan solusi otomatis, melainkan harus didahului pembenahan manajemen internal agar dana tidak sekadar menutupi kerugian operasional.
Saat ini, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) masih berfokus pada perbaikan tata kelola perusahaan (good corporate governance), efisiensi operasional, dan penyelesaian kredit bermasalah. Meski belum mengarah pada opsi likuidasi seperti kasus BPR di daerah lain, DPRD menuntut strategi pemulihan yang jelas agar BPR Kota Bandung kembali sehat dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.30
Rugi Rp70 Miliar, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh BPR Kota Bandung
Berita terkait
DPRD Kota Bandung Dorong Percepatan Raperda BPR Syariah Jadi Perseroda
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.12
Kerugian BPR Kota Bandung Capai Rp70 Miliar, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 10.16
Kredit Macet 16 Pinjol di Atas 5%, OJK Perketat Pengawasan
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.14
Risiko Kredit Macet Meningkat, OJK Wajib Pasang Kuda-Kuda
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.06