Drone Irak Serbu Pipa Arab Saudi, Harga Minyak Bisa Naik Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Serangan drone dari provinsi Maysan, Irak, menyebabkan penutupan pipa minyak vital Arab Saudi sepanjang 1.200 km. Fasilitas yang mengalirkan 4-5% pasokan minyak global ini terpaksa dihentikan untuk pencegahan setelah terjadi kerusakan dan korban luka. Pemerintah Irak merespons dengan investigasi dan pemecatan komandan militer setempat, sementara Arab Saudi memilih menahan diri dari serangan balasan.
Insiden ini memperburuk krisis energi global karena terjadi bersamaan dengan penguasaan sebagian besar pantai Yaman dan Selat Bab al-Mandab oleh milisi Houthi. Tekanan dari dua sisi Semenanjung Arab ini memicu lonjakan harga minyak mentah hingga melampaui US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Juli. Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk serangan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan regional dan hukum internasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 07.41
Jalur Pipa Minyak Utama Arab Saudi Dihantam Proyektil, Picu Kebakaran Besar
Berita terkait
Houthi Lancarkan Serangan Besar ke Saudi, Rudal dan Drone Dikerahkan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.45
Siaga Perang Nyebar ke Mana-Mana: AS-Iran, Saudi-Houthi, Pakistan
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.05
Timur Tengah Memanas! Houthi Bombardir Arab Saudi, Korban Berjatuhan
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 20.10
3 Alasan Irak Ingin bentuk Dewan Keamanan Bersama Iran dan Arab Saudi
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 04.40