Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Duduk Perkara Utang Whoosh Hingga Akhirnya Dibereskan Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Kementerian Keuangan akan mengambil alih utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang ditargetkan selesai pada pertengahan September 2026. Pengelolaan utang akan dilakukan melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, sehingga tidak akan membebani APBN. Kemenkeu akan mengambil alih 60% saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sementara 40% saham konsorsium China tetap. Kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan berada di bawah koordinasi Kemenkeu, bukan lagi di bawah konsorsium BUMN.

Proyek ini sebelumnya menjadi beban utang bagi PT Kereta Api (Persero) yang mencapai Rp 4,19 triliun kerugian pada 2024 dan Rp 1,62 triliun pada paruh pertama 2025. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto menegaskan bahwa proyek ini tidak melibatkan utang pemerintah karena dilakukan melalui skema bisnis kebisnis (B2B). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang mempertimbangkan opsi solusi termasuk penambahan modal ekuitas atau klasifikasi sebagian aset KCIC sebagai aset negara.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk menanggung utang proyek ini. Danantara memiliki kapasitas untuk menanggung beban tahunan sebesar Rp 2 triliun dari dividen BUMN yang mencapai Rp 90 triliun. Pihak Whoosh masih melakukan studi lanjutan terkait skema pembiayaan dan akan menyampaikan usulan resmi kepada pemerintah setelah selesai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait