Dunia Makin Kompleks, Literasi Politik Global Generasi Muda Indonesia Perlu Diperkuat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Model United Nations (MUN) oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pasundan dilakukan untuk memperkuat literasi politik global generasi muda Indonesia. Selama satu bulan, 50 siswa SMA dari Jawa Barat, mayoritas dari Kota Bandung, berpartisipasi dalam simulasi UNGA dengan 13 delegasi negara. Peserta mendapat pembekalan tentang diplomasi, UNCLOS, dan mekanisme PBB sebelum menjalani proses negosiasi mulai opening statement hingga voting. Simulasi membahas hukum laut internasional dengan posisi berbeda antara negara, termasuk Britania Raya yang menolak resolusi dan China yang abstain. Evaluasi menunjukkan 56% peserta completed program, dengan hasil wawancara menunjukkan pemahaman baru tentang politik internasional. Tim PKM menilai MUN efektif sebagai metode pembelajaran partisipatif dan mengusulkan pengembangan lebih luas dengan isu relevan generasi muda seperti kesehatan dan pendidikan.
Hasil simulasi menegaskan bahwa diplomasi multilateral melibatkan strategi negosiasi, koalisi, dan penyesuaian dengan kepentingan nasional serta hukum internasional. Kemampuan ini penting di tengah kompleksitas geopolitik dunia yang memengaruhi kepentingan Indonesia secara langsung maupun tidak langsung melalui konflik, perdagangan, migrasi, energi, dan keamanan maritim.
Penguatan literasi politik global diharapkan menghasilkan generasi muda yang tidak sekadar konsumen informasi, tetapi mampu memahami persoalan dunia secara kritis dan melihat kaitannya dengan kepentingan Indonesia.
Bagikan
- literasi politik global
- model united nations
- diplomasi internasional
- unga simulation
- pengabdahan masyarakat
Berita terkait
Penasihat Putin: Prabowo Bakal ke Rusia 3 September 2026
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Respons Dunia Usai Hamas Setop Perang Gaza, Komentar Israel Disorot
CNBC Indonesia · 1 Agustus 2026 pukul 15.00
Iran Kutuk Keras Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 12.04
Subsidi Listrik Diusulkan Naik Jadi Rp 117,84 Triliun di RAPBN 2027, Ini Alasan Bahlil
JawaPos · 1 September 2026 pukul 11.00